Site icon Blog Titipbeliin & Titipkirimin

Tips Mengelola Inventory untuk Reseller Barang Impor

mengelola inventory untuk reseller

Mengelola inventory untuk para reseller, memang menjadi hal yang penting, terlebih barang yang kamu jual adalah barang impor. Pasalnya, dalam proses penjualan dan pembelian barang impor, sering kali menemukan banyak kendala. Sehingga pengelolaan inventory harus bisa dibuat dengan baik.

Sebelum membahas lebih lanjut tentang tips mengelola inventory reseller barang impor, yuk ketahui terlebih dahulu, apa itu reseller dan inventory.

Pengertian Reseller

Reseller merupakan orang yang melakukan penjualan produk, dari pihak supplier kepada konsumen. Meski barang yang didapatkan adalah dari supplier, namun reseller bukan bagian dari supplier.

Jika kamu ingin menjadi reseller, kamu harus memiliki modal sendiri, setelah itu kamu bisa beli produk dari pihak reseller, tentunya dengan harga yang jauh lebih murah. Nah, dengan begitu para reseller bisa mendapatkan keuntungan dari penjualan tersebut.

Lalu, apa yang dimaksud dengan inventory? Jadi, jika dilihat secara umum inventory adalah persediaan. Dalam sebuah bisnis, data persediaan barang harus memiliki perhitungan yang baik.

Adapun, barang yang menjadi inventory, tentunya harus disimpan, dengan tujuan tertentu. Biasanya, tujuannya disesuaikan dengan skala bisnis hingga kebijakan manajemennya.

Adapun tujuan dari mengelola invetory reseller adalah untuk menjaga stok barang, mempunyai kontrol terkait persediaan barang, membantu untuk menjaga hubungan baik dengan pihak distributor dan juga konsumen.

Lantas, sepenting apa pengelolaan inventory? Yuk, intip manfaat sekaligus tips mengelola inventory reseller, khususnya barang impor.

Manfaat Mengelola Inventory Reseller

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, terkait tujuan inventory pada bisnis, di sini pengelolaan inventory menjadi hal yang sangat penting. Manfaat dari memiliki inventory adalah untuk menjaga keseimbangan antara biaya yang dibutuhkan, untuk pengadaan barang hingga penyimpanan (untuk persediaan).

Pengelolaan inventory juga dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pasar. Karena, jika kamu sudah memiliki pelanggan, maka kamu harus bisa menjaga kestabilan ketersediaan barang, secara optimal.

Bagaimana tips mengelola inventory bisnis bagi reseller barang impor? Yuk, cek beberapa metode manajemen inventory yang bisa kamu lakukan berikut ini.

Tips Mengelola Inventory Reseller Barang Impor

1. FIFO (First In, First Out)

Teknik dari mengelola inventory yang pertama ini, mungkin sudah sering dilakukan, dan biasa disebut FIFO (First in, First Out). Maksud dari FIFO ini adalah teknik yang dilakukan dalam mengeluarkan stok barang yang pertama kali masuk, saat ada penjualan.

Mengapa hal tersebut dilakukan, bahkan juga dilakukan pada usaha warung kelontong? Karena, hal tersebut dilakukan untuk mencegah adanya produk yang expired date atau kadaluwarsa.

Dengan teknik FIFO ini, pebisnis atau reseller meningkatkan penjualan, karena akan lebih sering melakukan pengecekan stok dan mengurutkan produk, sesuai dengan tanggal masuknya, di mana hal tersebut juga bertujuan untuk menjaga efisiensi dan kualitas produk.

Contoh jenis bisnis yang cocok menggunakan teknik inventory FIFO:

2. LIFO (Last In, First Out)

Teknik mengelola inventory yang kedua ini, justru berbanding terbalik dengan FIFO, yakni LIFO. Adapun, teknik LIFO ini merupakan teknik yang dilakukan di mana produk yang terakhir masuk ke dalam stok, justru bisa dikeluarkan terlebih dahulu, dan dijual kepada pelanggan. Kok bisa?

Namun, untuk menerapkan teknik ini, tentunya dengan syarat-syarat tertentu saja.
Contoh bisnis yang paling cocok untuk menggunakan teknik inventory LIFO ini adalah bisnis baju atau fashion.

Bisnis fashion, merupakan contoh terbaik dalam penggunaan metode LIFO. Biasanya, sang pemilik toko fashion seperti baju, tas, aksesoris, sepatu, dan lainnya, cenderung akan memajang produk yang sedang diminati oleh pelanggan.

Sehingga, jika ada barang baru masuk ke gudang sebagai stock, barang tersebut juga bisa dijual lebih dulu, bahkan tanpa harus melihat produk lainnya, yang sudah lebih dulu masuk ke gudang. Karena untuk barang jenis ini, yang dilihat adalah modelnya, bukan tanggal produksi atau barang datang.

Kesimpulannya, teknik LIFO ini tidak mementingkan kapan produk masuk ke dalam gudang atau persediaan. Selama barang bisa terjual dengan cepat kepada pelanggan, barang pasti akan dikeluarkan dari gudang demi mendapatkan keuntungan.

3. JIT (Just In Time)

Selain FIFO dan LIFO, teknik selanjutnya, ada JIT atau Just In Time. Adapun, teknik mengelola inventory ini biasa diterapkan untuk menekan biaya anggaran pengeluaran.

Seperti apa alur teknik penerapa JIT? Jadi, produk hanya akan dipesan, dibuat jika ada pesanan dari pelanggan. Sehingga, jika tidak akan pemesanan atau pembelian, maka tidak ada produksi atau persediaan barang.

Alih-alih agar tidak rugi, pembuatan pada teknik JIT akan diprodukai sesuai pesanan saja, sehingga bisa menekan anggaran pemeliharan sekecil-kecilnya.

Pada teknik JIT ini, biasa sering diterapkan pada perusahaan manufaktur, yang melayani pesanan skala besar.

Informasi penting lainnya dari teknik, Just In Time ini, ternyata bisa menjadi teknik yang cukup penting, karena bisa digunakan oleh semua jenis perusahaan, baik yang membutuhkan periode jual (expired date) maupun produk yang tidak lekang oleh waktu.

Kesimpulan

Bagaimana? Informasi terkait tips mengelola inventory bagi para reseller ini, cukup bermanfaat bukan? Terlebih, untuk para reseller barang impor, juga harus bisa menyesuaikan, kira-kira teknik inventory mana yang bisa diterapkan.

Setelah itu, kamu bisa langsung mempraktekannya. Jika belum ada pengalaman untuk menjadi pebisnis barang impor, kamu bisa bisa ikut online course kami yang bertemakan 101 Jadi Pebisnis Impor langsung Cuan.

Course ini terdiri dari 7 courses yaitu :

Setelah kamu sudah mulai menguasai ilmu bisnis khususnya barang impor, kamu bisa cari sumber distributor barang impor legal terlengkap dan terbaik, seperti Titipbeliin.com.

Titipbeliin sendiri merupakan perusahaan end to end yang membantu kamu membeli barang secara legal dari luar negeri. Salah satu bentuk layanan titipbeliin adalah jasa impor.

Jasa importir adalah perusahaan yang membantu kamu dalam pengurusan pengiriman barang, dari luar negeri menuju alamat kamu di Indonesia termasuk dengan pengurusan pajak impor bea cukai.

Bea cukai adalah lembaga resmi yang melakukan pengawasan terhadap keluar masuk barang dari Indonesia. Pengawasannya termasuk saat kamu membeli barang dari ecommerce seperti ebay Indonesia, aliexpress indonesia, taobao Indonesia ataupun ali express indonesia.