MOQ, Strategi Penting dalam Bisnis Jual Beli yang Wajib Kamu Pahami!

MOQ, Strategi Penting dalam Bisnis Jual Beli yang Wajib Kamu Pahami!

Dalam sebuah bisnis berbasis transaksi jual beli, MOQ adalah salah satu strategi penentu keuntungan berlipat. Walaupun memiliki peranan besar, namun penggunaannya sedikit tricky. Jadi, kamu harus memperhitungkannya dengan matang. Memahami seluk beluknya, pasti akan membantu strategi berjalan dengan lebih baik!

Apa itu MOQ (Minimum Order Quantity)?

MOQ untuk Bisnis

Menerapkan batas pembelian minimum pada transaksi jumlah besar adalah salah satu strategi paling ampuh untuk mendapatkan untung serta mengurangi risiko kerugian operasional. Sayangnya, strategi ini cukup tricky, sehingga harus Titipres perhitungkan dengan benar-benar matang.

MOQ adalah strategi yang umumnya digunakan oleh para pebisnis jual beli yang menggunakan harga grosir. Karena ketika menetapkan jumlah minimum pembelian, biaya operasional bisa tertutup dengan kuantitas pembelian. 

Namun, hal ini juga akan mempengaruhi minat beli dari konsumen, karena tidak semua target membutuhkan pembelian dalam jumlah besar. Maka dari itu, eksekusi strategi MOQ menjadi cukup tricky dan berisiko jika tidak Titipers imbangi dengan strategi pemasaran yang tepat. 

Selain itu, strategi ini juga memiliki 2 jenis sifat berbeda. Pertama, yaitu soft MOQ yang penetapannya tidak kaku dan bisa terjadi melalui negosiasi. Sedangkan yang kedua ialah hard MOQ, di mana penetapan minimal order tidak bisa dinegosiasikan lagi. 

Kenapa Harus Menggunakan Strategi MOQ?

Kenapa Harus Menggunakan Strategi MOQ

Sekilas kamu bisa simpulkan bahwa MOQ adalah strategi yang cukup potensial, namun memiliki risiko yang tinggi. Lalu, kenapa kamu masih harus menggunakan strategi ini? Berikut alasannya:

1. Lebih Cepat Menghabiskan Stok

Keuntungan pertama yang bisa kamu dapatkan ketika menggunakan strategi ini adalah potensi untuk menghabiskan stok akan lebih cepat daripada jual ecer satu per satu. Tentu saja, hal ini cukup bagus untuk bisnis, mengingat rotasi keuangan akan lebih cepat. 

2. Meningkatkan Laba

Pada dasarnya, jika jumlah yang terjual lebih banyak, laba pastinya akan meningkat. Jadi, jika menggunakan strategi ini dengan tepat, pastinya sedikit banyak akan meningkatkan laba yang kamu peroleh tiap periode hitung.

3. Stok Barang Lebih Terkendali

Saat jumlah stok masih ada dan belum laku terjual serta sulit diprediksi kapan akan terjual, pastinya proses produksi akan terhambat. Hal tersebut bisa mempengaruhi kualitas produk terkait adanya pengendapan barang dalam waktu lama. 

Selain itu, akan ada risiko barang rusak di gudang. Oleh karena itu, strategi MOQ adalah solusi terbaik untuk efisiensi produksi.

4. Efisiensi Tarif Ongkir

Selain laba bisa meningkat karena stok barang cepat habis, pembelian dengan minimum order juga membantu tercapainya efisiensi tarif ongkir. Karena dengan mengirim banyak barang sekaligus akan lebih murah jika kamu bandingkan dengan pengiriman produk ecer.

5. Tercapainya Negosiasi yang Lebih Baik!

Ketika memesan jumlah yang lebih besar, sudah pasti pembeli dapat melakukan negosiasi harga. Nah, MOQ adalah strategi yang membantu Titipers memperhitungkan untung rugi jika dibandingkan dengan pembelian ecer. Jadi, dari kedua belah pihak bisa menemukan harga potensial sesuai negosiasi yang disepakati.

Risiko Menggunakan MOQ

Walaupun memiliki banyak manfaat, namun ada risiko yang perlu kamu pertimbangkan jika ingin menggunakan strategi ini. Meskipun perhitungan yang matang akan membantumu terhindar dari kerugian, beberapa risiko berikut wajib kamu waspadai:

1. Overstocking

Karena ada pembelian minimal, pastinya ada kemungkinan overstocking atau kelebihan persediaan. Oleh karena itu, perhitungan harus jelas agar tidak merugi. Kamu sebaiknya juga mengombinasikannya dengan strategi marketing yang baik agar semua stok terjual.

2. Modal Lebih Besar

Karena kamu menentukan minimal penjualan, stok pasti akan lebih besar. Sehingga, modalnya juga akan jauh lebih besar. Karena itu, strategi ini lebih sering digunakan oleh bisnis jual beli grosir.

3. Risiko Perubahan Pasar

Risiko lain menggunakan MOQ adalah mengalami kerugian atau stok tak terjual jika ada perubahan pasar secara mendadak. Baik itu karena trend, regulasi pemerintah, maupun situasi ekonomi dari target pasar kamu. Perubahan lain bahkan juga memungkinkan penurunan kebutuhan pasar.

4. Keterbatasan Variasi Produk

Karena jumlah yang kamu buat lebih banyak, pastinya akan ada keterbatasan variasi produk. Hal tersebut bisa berisiko jika kamu tidak punya strategi marketing yang tepat. Karena pelanggan yang sama bisa merasa bosan dengan produk jika variasinya lebih sedikit.

Bagaimana Cara Menghitung MOQ?

Agar dapat mengurangi risiko yang mungkin terjadi, ada baiknya Titipers mempelajari cara menghitung MOQ yang paling optimal. Beberapa cara ini bisa kamu coba:

1. Analisa Permintaan

Hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah melakukan analisis pasar untuk memahami permintaan produk. Pertimbangkan faktor-faktor seperti tingkat permintaan saat ini, trend pasar, dan preferensi pelanggan. Informasi ini akan membantu memperkirakan volume pesanan yang mungkin kamu peroleh.

2. Hitung Titik Impas

Dalam menetapkan MOQ, ada baiknya kamu mengetahui titik impas pada bisnis. Tujuannya untuk memperkirakan target margin per unit agar seimbang dengan biaya operasional yang kamu tanggung.

3. Hitung Biaya Produksi

MOQ adalah strategi yang butuh perhitungan matang. Oleh sebab itu, kamu perlu memperhitungkan biaya produksi secara jelas dan terperinci. Cakupannya tak hanya biaya belanja bahan dan tenaga kerja, tapi lebih rinci lagi dengan adanya biaya ongkir, overhead, penyusutan mesin, dan lain sebagainya.

4. Hitung Biaya Pemesanan

Selain HPP, kamu juga harus tahu perhitungan runtut dari biaya pemesanan. Hal tersebut mencakup biaya pengiriman, upah kurir, asuransi packing, dan biaya lain yang terkait pemesanan.

5. Hitung Biaya Penyimpanan Barang

Dalam periode simpan barang di gudang, pastinya kamu akan mengeluarkan biaya perawatan. Biasanya, ini dinyatakan dalam bentuk persentase dari nilai rata-rata persediaan dalam satuan mata uang yang kamu gunakan.

6. Gunakan Rumus Hitung

Menurut beberapa praktisi, perhitungan MOQ tercapai jika biaya pesan sama dengan biaya simpan. Jadi, untuk menemukan MOQ kamu bisa menggunakan rumus hitung berikut ini:

MOQ = √(2 x Jumlah Pemesanan Paling Ekonomis x Biaya Pemesanan) : Biaya Simpan Bahan per Unit

Misalnya, sebuah yayasan memerlukan seragam untuk keperluan acara tahunan. Banyak seragam yang yayasan butuhkan adalah 200 pcs dengan budget per kaosnya Rp80.000,00. Namun, selain harga produk ada biaya pemesanan yang diperkirakan sebesar Rp100.000,00.

Jika setiap produk membutuhkan sebesar 5% untuk biaya penyimpanan, lalu berapa MOQ yang paling ekonomis? Dengan contoh kasus tersebut Titipers bisa menggunakan rumus hitung yang menghasilkan perhitungan berikut:

MOQ = √(2 x 200 x 80.000) : (100.000 x 5%) =√32.000.000 : 5000 =√6400 = 80

Dari perhitungan di atas, kini kamu tahu bahwa jumlah penjualan paling ekonomis adalah pada pemesanan minimum 80 pcs.

Sudah Paham dengan Apa itu MOQ?

MOQ adalah

Dari penjelasan di atas, kini kamu tahu MOQ adalah strategi penting dalam bisnis. Sehingga akan sangat bermanfaat jika Titipers tahu bagaimana menghitungnya dengan benar. Nah, agar Titipers lebih untung lagi, ada baiknya untuk membeli produk melalui produsen terbaik dengan harga terjangkau.

Agar bisa mendapatkan produsen dan produk terbaik tanpa perlu analisis rumit, kamu bisa percayakan pembelian produk di Titipbeliin.com. Melalui Titipbeliin kamu akan lebih mudah mencari produsen produk impor dengan kualitas terjamin. Yuk, raup keuntungan lebih besar dengan memilih jasa impor terbaik seperti Titipbeliin!

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.